Pria: Pelajari Hal Penting Ini Agar Kamu Siap Menjadi Dewasa


pria berpakaian
Gambar: StockSnap

Pria: Pelajari Hal Penting Ini Agar Kamu Siap Menjadi Dewasa – Menjadi dewasa akan jauh lebih rumit. Banyak hal besar yang akan terjadi pada diri kita. Kita akan selalu memiliki kelemahan di berbagai sisi, namun kita juga berkembang seiring waktu ke arah yang lebih positif. Pria selalu dituntut untuk memiliki tanggungjawab, lebih ke arah moral dan kedewasaan juga dari cara bersikap. Hal ini jugalah yang akan membentuk kepribadian kita sebagai seorang pria. Dari berbagai kebiasaan buruk yang sulit diubah di masa sekarang tentu kita harus menghilangkannya. Terlepas dari beragamnya argumen mengenai definisi ‘dewasa’ itu sendiri, mungkin beberapa hal ini bisa mempersiapkan diri kita untuk menjadi lebih dewasa.

1. Kebersihan Menjadi Jalan Pembuka

Gambar: Public Domain
Gambar: Public Domain

Kebersihan menjadi jalan pembukan untuk membentuk kepribadian yang dewasa. Menjadi bersih berarti kita memiliki tanggungjawab atas diri sendiri, paling tidak dari segi kebersihan tentunya. Mandi sehari sekali bukan lagi pilihan namun keharusan. Mandi dua kali sehari adalah sesuatu yang sangat normal, bahkan kebanyakan wanita menganjurkan ini – jika kita sedang berusaha menarik perhatian mereka. Rajin mandi tidak hanya membuat bau badan kita menjadi lebih enak tercium tetapi juga membuat orang-orang di sekitar kita merasa jauh lebih nyaman. Jangan lupakan juga urusan deodoran. Sob, percayalah, deodoran salah satu alat pamungkas yang tidak hanya membuat diri kita terhindar dari bebauan yang kurang sedap, tapi juga bisa membangkitkan rasa percaya diri. Apalagi jika sedang mengikuti acara-acara penting, dan terutama, sedang berupaya mendekati gadis pujaan. Bawalah satu deodoran kemana pun kamu pergi. Jika perlu, bawa juga parfum atau pun obat kumur pembersih mulut, just in case.

Selain kebersihan yang bersangkutan langsung dengan tubuh, jangan lupakan juga kebersihan tempat tinggal kamu. Kamar, misalnya, tentu harus ditata rapi dan rutin dibersihkan. Memang wajar kalau kamar pria berantakan, tetapi ada kalanya kita merasa jauh lebih nyaman tinggal di kamar yang bersih. Saat tidak ada teman-teman yang nongkrong di tempat tinggal kamu, waktunya kamu membersihkan kamarmu. Kebersihan juga membantu kita menaikkan rasa percaya diri, dan tentunya, bukti awal kita sudah bisa mengatur diri kita alias dewasa.

2. Tunjukkan Dirimu Apa Adanya

pria jelek
Gambar: Gratisography

Jaim itu adalah salah satu bukti bahwa kita ini manusia normal. Jaim itu perlu, tapi jangan terlalu. Hal yang pertama sekali harus kita tunjukkan ke orang yang baru kita kenal, misalnya, adalah siapa diri kita sebenarnya. Tidak usah pura-pura baik hanya untuk membuat orang-orang kagum. Akan sangat memalukan jika ‘kita yang asli’ ketahuan jeleknya. Jika kita memiliki kebiasaan atau sifat jelek, tidak masalah, tidak usah takut orang lain tidak suka denganmu atau berada di sekitarmu. Justru jika kamu menunjukkan sisi burukmu ke orang lain dan orang itu masih mau menerima kamu, bukankah mereka akan jauh lebih siap lagi ketika kamu menunjukkan sisi baikmu? Namun jika kamu merasa siap untuk merubah sifat burukmu, mulailah belajar untuk merubahnya. Pria juga manusia, tidak bisa menjadi sempurna. Orang-orang tidak boleh memaksa kita menjadi seperti apa yang mereka mau, namun selalu boleh menuntun kita menjadi pria yang jauh lebih baik yang kita bisa.

Kamu juga perlu mengenali dirimu hingga kamu menemukan kualitas terbaik dan kualitas terburuk di berbagai sisi di dalam dirimu. Asah kualitas terbaik yang kamu punya dan buat menjadi lebih baik lagi, dan lakukan segala sesuatu yang kamu bisa untuk mengubah sifat burukmu tentunya.

3. Belajar Untuk Tepat Waktu

menghargai waktu
Gambar: StockSnap

Belajarlah untuk menghargai waktu. Lebih baik menunggu dari pada ditunggu. Itu konsep pertama yang harus kita pegang. Kemudian, kita harus bisa menghargai waktu orang lain. Datanglah tepat waktu sesuai janji dengan siapapun kamu akan bertemu. Datanglah tepat waktu ke kelas, ke kantor, ke meeting, kemana pun dan dalam rangka apapun. Dengan begini kita dipandang memiliki tanggungjawab atas waktu. Tidak usah khawatir jika orang lain yang telat dengan janji kalian. Mulailah dengan dirimu sendiri, datanglah tepat waktu sekitar 10 menit atau 15 menit sebelum waktu yang telah ditentukan. Hal tersebut bisa membuktikan bahwa kita menghargai waktu orang lain.

4. Seorang Pria yang Dewasa Harus Bisa Menghargai Semua Orang

EGHQ7ZDZI8
Gambar: StockSnap

Kita tidak pernah memiliki alasan untuk tidak menghargai orang lain, siapapun dia dan siapapun kita. Kita terlahir setara, dalam hal apapun. Mampu menghargai siapa saja adalah bukti lain bahwa kita ini sudah merupakan pria dewasa, itu yang pria dewasa selalu lakukan, tidak peduli berapapun usia kita. Ketika bertemu dengan orang lain, kesampingkan perbedaan secara pribadi dan hargai ia sebagaimana kita ingin dihargai. Perlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan. Jangan lupa juga untuk mengesampingkan masalah pribadi dalam hal ini.

5. Sikap yang Baik

Gambar: StockSnap
Gambar: StockSnap

Sikap baik perlahan sudah mulai menyusut di lingkungan kita. Hal ini seakan bukan lagi merupakan sesuatu yang wajib yang ada di dalam diri manusia. Ini merupakan bukti kedewasaan yang harus kita miliki. Pria yang memiliki sikap baik tentu akan jauh disenangi di lingkungan manapun, dan salah satu pembeda yang kita miliki di antara lingkungan masyarakat kita saat ini. Kita harus bersikap baik dalam berbagai kesempatan. Jika tidak bisa, pantaskah kita disebut pria dewasa?

6. Penuh Perhatian

Gambar: StockSnap
Gambar: StockSnap

Menjadi sosok yang perhatian maksudnya di sini adalah menjadi sadar atas apa yang sedang terjadi di sekeliling kita dan bagaimana kita mempengaruhi orang-orang di sekitar. Menjadi sosok yang dewasa menuntut kita untuk bisa mendengar pendapat dan perasaan orang lain kemudian mempertimbangkannya sebelum melakukan sesuatu yang mungkin dapat mempengaruhi keadaan di lingkungan kita. Misalnya di busway atau di transportasi umum yang kita tumpangi; memberikan kursi kita ke lansia atau pun wanita yang sedang hamil menjadi contoh nyatanya. Jelas sekali mereka lebih membutuhkan kursi itu daripada kita, kan? Kita juga perlu menjaga perasaan orang lain, misalnya dengan tidak membuat candaan yang menyinggung mereka, bahkan kalau pun mereka tidak mendengarnya. Kurang asyik kalau pun candaan kita lucu bagi orang yang mendengar, namun si ‘korban’ merasa tersinggung, kan?

7. Tahu Cara Berpakaian

pria berpakaian
Gambar: StockSnap

Maksudnya di sini tidak serta-merta kita harus memiliki barang-barang dengan merk terkenal dan mahal atau pun bergaya sesuai tren agar tidak dibilang kampungan. Maksudnya di sini adalah kita tahu cara berpakaian sesuai gaya yang kita suka atau pun pakaian yang kita rasa nyaman memakainya, juga tahu harus berpakaian seperti kapan dan di mana serta dalam rangka apa. Tidak akan membuat kita terlihat aneh, kok. Kita juga dituntut untuk bisa berpakaian sesuai situasi. Masa iya kita menggunakan piyama di acara pidato kepresidenan? Kita harus memiliki paling tidak sepasang pakaian untuk berbagai acara yang sering kita datangi, tidak masalah kalaupun harus mengeluarkan uang ekstra. Yang terpenting, kita tahu pakaian seperti apa yang kita suka, yang cocok dengan kita, dan yang cocok dengan acara yang sedang kita datangi.

8. Keramahan

Gambar: IMCreator
Gambar: IMCreator

Pernahkah kamu merasa tenang atau lega ketika bertemu dengan seseorang yang memiliki paras sangar namun ternyata ramah ketika kamu mengobrol dengannya? Semua orang senang dengan tipe orang yang seperti ini, bukan karena wajahnya sangar tapi ramah, namun karena keramahan yang ia miliki itu sendiri. Semua orang senang berada di sekitar orang yang ramah, kamu juga kan? Keramahan merupakan salah satu kualitas yang harus kamu miliki dan jangan segan menunjukkannya ke orang-orang. Jadikan keramahan menjadi salah satu kualitas yang selalu kamu banggakan.

9. Kurangi ‘Bersumpah’ dan ‘Menghina’

SplitShire-7786
Gambar: SplitShire

“Sumpah deh, gua jarang banget minum-minum”, “Gua ngga suka ngerokok, sumpah”. Memang susah untuk mengurangi sikap ini karena sekarang ini bersumpah secara umum sudah menjadi semacam kebiasaan yang ‘bisa diterima’. Bersumpah justru menunjukkan kalau kita ini susah dipercaya. Kita seperti perlu kata-kata sumpahan agar menunjukkan bahwa kita ini sedang mengatakan hal yang benar. Kurangi bahkan hilangkanlah kebiasaan itu mulai dari sekarang. Dan bagaimana dengan ‘menghina’? Hentikan sekarang juga!

10. Terkontrol/Mengendalikan Diri

Gambar: SnapWireSnaps
Gambar: SnapWireSnaps

Semakin kita bertambah umur, semakin kita dituntut untuk menjadi lebih dewasa, dan akan semakin sering juga kita dihadapkan pada situasi yang sulit. Situasi terkadang tidak bisa dikontrol, namun pria yang sudah siap menjadi dewasa harus bisa mengontrol dirinya sendiri untuk menghadapi situasi itu. Kontrol emosi kita, kontrol rasa panik atau takut, dan hal-hal lain. Misalnya kita sedang berada dalam situasi yang rumit, jika kita panik, situasi justru akan menjadi rumit lagi. Kontrol diri kita terlebih dahulu, kemudian analisa keadaan yang sedang terjadi dengan tenang, serta pikirkan jalan keluarnya. Cobalah dari sekarang.

Adakah yang terlewatkan?

Your reaction

NICE
SAD
FUNNY
OMG
WTF
WOW

Share this post on social media

Pria: Pelajari Hal Penting Ini Agar Kamu Siap Menjadi Dewasa



OR


Note: Your password will be generated automatically and sent to your email address.

Forgot Your Password?

Enter your email address and we'll send you a link you can use to pick a new password.

log in

Sudah punya akun? Silahkan log in ;)
Don't have an account?
daftar

reset password

Back to
log in

daftar

Daftar dan bergabung menjadi Penulis Kontributor di GEN20.
or

Back to
log in

Choose post type

News Image List Poll Quiz Video Audio